TIPS KEAMANAN INTERNET BANKING

  

Tips Aman Bertransaksi

  • Pastikan Anda bertransaksi di laman yang benar (https://ib.bri.co.id). Periksa tanda keamanan (gambar Gembok terkunci) untuk memastikan Anda bertransaksi pada website yang benar. Tanda tersebut akan memberikan informasi pemilik website yang sebenarnya.
  • Jangan pernah membuka laman Internet Banking BRI menggunakan link yang dikirimkan melalui surat, email, sms atau media lain yang mengatasnamakan Bank BRI.
  • Jaga selalu kerahasiaan userid, password, serta mToken Anda. Jangan pernah memberikan atau memasukkan data tersebut ke program aplikasi yang tidak terpercaya, serta segera hapus mToken yang masih tersisa dan tidak digunakan lagi.
  • Jangan pernah menggunakan pilihan "save password" di browser yang keamanannya tidak terpercaya
  • Jangan pernah memberikan userid, password serta mToken Anda kepada pihak yang mengatasnamakan dirinya Bank BRI, melalui media apapun, seperti surat, email, sms atau telepon.
  • Secara rutin lakukan perubahan password dan jangan menggunakan kombinasi yang mudah ditebak, seperti Nama dan Tanggal Lahir.
  • Pastikan Anda bertransaksi menggunakan media komputer yang aman, tidak dari tempat publik atau media lain yang keamanan transaksinya tidak terjamin.
  • Setelah melakukan transaksi, segera hapus history transaksi Anda menggunakan pilihan clear cache yang tersedia setelah Anda logout.
  • Pastikan Anda mempunyai software antivirus up-to-date dan firewall yang selalu aktif di komputer atau ponsel Anda untuk menghindari gangguan pihak tidak bertanggung jawab.
  • Segera hubungi Call BRI di 14017 atau (021) 5000-17 apabila Anda menemukan kejanggalan atau perbedaan alur proses pada transaksi Anda.

Jenis Cyber Crime

  • Phishing, adalah salah satu upaya untuk mendapatkan informasi rahasia orang lain, dimana selanjutnya informasi tersebut akan digunakan untuk keperluan lain dengan mengatasnamakan pemilik aslinya.
  • Contoh phishing adalah Nasabah melakukan login di laman yang menyerupai laman Bank, dimana Nasabah memasukkan userid dan password. Setelah itu, alur transaksi akan berubah tidak seperti yang alur biasanya, dimana Nasabah diminta memasukkan kode otentikasi untuk verifikasi. Pada saat itu, data Nasabah sudah terekam dan pihak lain sudah dapat melakukan transaksi finansial atas nama Nasabah.
  • Malware (malicious software) adalah sebuah aplikasi (software) yang diciptakan untuk mencari kelemahan komputer yang kemudian dapat mengontrol sistem operasi komputer.
  • Contoh malware yang paling sering kita temui sehari-hari adalah virus dan worm dimana akan merusak atau menyembunyikan data di komputer. Selain itu terdapat juga key logger yaitu suatu cara yang dapat merekam aktifitas pengetikan pengguna, modelnya dapat berupa software maupun hardware, tujuannya untuk menangkap informasi yang beragam, diantaranya userid atau password.